Ketua : M. Faisal
Sekretaris : Firman
Bendahara : Iyatna Supriatna
Koord. Dept. Kaderisasi : Munawir
Koord. Dept. Kajian Publik : M.Husni
Koord. Dept. Hubungan Masyarakat: Mahdania
Koord. Dept. Dana dan Usaha : Nur Ani
Koord. Biro Kemuslimahan : Fitriah
Senin, 14 November 2011
Nahkoda Baru
Tepat pada Juni 2011, KAMMI UIN Alauddin telah menemukan nahkoda barunya.
Nahkoda baru, kepengurusan baru.
Tanggung jawab baru, amanah baru.
Kata amanah satu akar dengan kata iman, aman.
Dalam surah Al-Mu’minun:8 Allah menyebutkan bahwa di antara ciri ahli surga adalah menjaga amanah.
Menjaga amanah adalah bagian dari iman. Sungguh dipertanyakan iman seseorang yang sering berbuat khianat, tidak menjalankan amanah sebagaimana mestinya. Karena itu Rasulullah Saw, menjelaskan bahwa di antara ciri manusia munafiq adalah: “Bila berbicara berdusta, bila berjanji melanggar dan bila dipercaya mengkhianati.” Dari sini nampak bahwa masalah amanah –apapun namanya- : jabatan, harta, anak dan lain sebagainya, itu kelak pasti akan dipertanggungjawabkan di sisi Allah swt.
Itulah yang membuat Umar bin Khaththab tidak enak tidur ketika diberikan kepadanya amanah kepemimpinan. Umar masih selalu menagis, sekalipun semua rakyatnya telah menikmati buah keadilan yang ia tegakkan. Menangis karena takut kalau kelak di hari kiamat ketahuan bahwa ada seekor kuda yang tergelincir jatuh disebabkan sebuah lubang di jalan yang belum ia perbaiki. Umar merasa bahwa semua itu pasti Allah mintai pertanggungjawabannya. Kesadaran seperti inilah seharusnya yang dimiliki oleh setiap pemimpin terhadap amanah ya ia pikul.
Subhanallah, kita semua selalu berharap bisa mengikutinya
Nahkoda baru, kepengurusan baru.
Tanggung jawab baru, amanah baru.
Kata amanah satu akar dengan kata iman, aman.
Dalam surah Al-Mu’minun:8 Allah menyebutkan bahwa di antara ciri ahli surga adalah menjaga amanah.
Menjaga amanah adalah bagian dari iman. Sungguh dipertanyakan iman seseorang yang sering berbuat khianat, tidak menjalankan amanah sebagaimana mestinya. Karena itu Rasulullah Saw, menjelaskan bahwa di antara ciri manusia munafiq adalah: “Bila berbicara berdusta, bila berjanji melanggar dan bila dipercaya mengkhianati.” Dari sini nampak bahwa masalah amanah –apapun namanya- : jabatan, harta, anak dan lain sebagainya, itu kelak pasti akan dipertanggungjawabkan di sisi Allah swt.
Itulah yang membuat Umar bin Khaththab tidak enak tidur ketika diberikan kepadanya amanah kepemimpinan. Umar masih selalu menagis, sekalipun semua rakyatnya telah menikmati buah keadilan yang ia tegakkan. Menangis karena takut kalau kelak di hari kiamat ketahuan bahwa ada seekor kuda yang tergelincir jatuh disebabkan sebuah lubang di jalan yang belum ia perbaiki. Umar merasa bahwa semua itu pasti Allah mintai pertanggungjawabannya. Kesadaran seperti inilah seharusnya yang dimiliki oleh setiap pemimpin terhadap amanah ya ia pikul.
Subhanallah, kita semua selalu berharap bisa mengikutinya
Langganan:
Postingan (Atom)